LikeKaltara.com, NUNUKAN – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno, dalam rapat persiapan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang dilaksanakan Rabu (24/9/2025) di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis menyampaikan kesiapan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan untuk menerapkan dan melayani pengunaan paspor di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang. Hal ini disampaikan, menyikapi usulan masyarakat wilayah Kabudaya Nunukan (Nunukan Daratan) agar ada pelayanan paspor di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang.
“Kami secara sumber daya manusia (SDM), kebutuhan teknologi dan informasi (IT) dan infrastruktur sudah siap melayani pelintas batas yang menggunakan paspor di PLBN Labang. Kami tinggal menunggu perintah pusat kapan mau mulai, pada prinsipnya kami sudah siap,” ucap, Adrian.
Lebih lanjut Adrian menerangkan, bahwa animo masyarakat ingin dapat menggunakan paspor di PLBN Labang – Pagalungan/Bantul sangat tinggi.
“Sudah banyaknya warga kita di perbatasan yang memiliki paspor, intinya kami siap melakukan pelayanan paspor di PLBN Labang jika sudah ada arahan dari Jakarta,” pungkasnya.
Kesiapan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan untuk melakukan pelayanan paspor di PLBN Labang dan sebaliknya, sangat diapresiasi masyarakat wilayah Kabudaya.
Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis mengatakan bahwa suka tidak suka atau siap tidak siap pelayanan paspor di PLBN Labang dan juga di conterpartnya harus siap dan segera melakukan pelayanan paspor. Karena jalur entry dan exit PLBN Labang dan Bantul/Pagalungan merupakan kesepakatan kedua negara Indonesia dan Malaysia oleh Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia pada pertemuan Border Cross Agreement (BCA), 8 Juni 2023 di Putra Jaya Kuala Lumpur. Karena jika tidak ada pelayanan paspor, warga perbatasan Sabah dan daratan Kalimantan Utara terkurung pada kawasan acces of area warga Sabah ke Kalimantan Utara yang melalui PLBN Labang hanya sampai di Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong dan Lumbis Hulu.
“Jika ke Mansalong apalagi ke Malinau harus menggunakan paspor dan begitu juga warga Indonesia ke Sabah hanya sebatas kawasan daerah kecil Pagalungan dengan menggunakan Pas Lintas Batas (PLB) atau Pas Menyebarang Sempadan (PMS),” jelas Lumbis.
Lumbis menjelaskan bahwa perlintasan Labang-Bantul-Pagalungan memiliki sejarah panjang yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena sejak Belanda dan British bersepakat batas patok negara GP1 di selatan Sungai Sumandapi dan Paal pada tahun 1915 oleh Belanda dan Inggris sebagaimana yang existing, menjadi batas Indonesia dan Malaysia saat ini. Jalur Labang-Bantul-Pagalungan sudah menjadi jalur utama mengangkut hasil hutan seperti damar, minyak kayu kapur, dan tengkawang dari sungai Tahol, Sungai Logongon dan Sungai Pansiangan ke Sungai Sembakung untuk dijual dan sebaliknya jalur utama membawa minyak tanah, garam dan gula untuk masyarakat yang tinggal di perbatasan Belanda dan Inggris sebagaimana termuat lengkap dalam laporan oleh Fischer-Gramberg pada halaman 297 tahun 1910. Kemudian setelah Indonesia dan Malaysia merdeka, jalur perlintasan Indonesia ke Malaysia di Labang resmi ditetapkan pada BCA 1968.
“Kemudian berdasarkan Inpres Nomor 1 tahun 2019 PLBN Labang, ditetapkan sehingga menjadi perhatian khusus dalam kesepakatan bilateral Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia pada Border MOU Trade Agreement (BTA) dan Border MOU Crossing Agreement (BCA) pada 8 Juni tahun 2023 Putra Jaya Kuala Lumpur,” ujar Lumbis.
Ia mengatakan, dengan adanya nanti pelayanan paspor di PLBN Labang, maka akses masyarakat ke Malaysia semakin luas jika bepergian dan proteksi negara juga lebih aman dan terjamin. Selain itu akan mengakselerasi percepatan peningkatan perekonomian di bagian daratan besar Kabupaten Nunukan (Kabudaya) dengan daerah Nabawan, Sook, Keningau, Tenom dan Kota Kinabalu dan sebaliknya dapat menjadi jalur warga Sabah ke Nunukan, Malinau, Tarakan, Tanjung Selor, Samarinda Balikpapan dan ke IKN dan ke daerah lain di Kalimantan.
“Intinya jika sdh ada pelayanan paspor, wilayah Kabudaya Nunukan dan Malinau, Kalimantan Utara dan Sabah khususnya di daerah Nabawan, Sook, Keningau, Tenom akan lebih maju lagi, tutup Lumbis.Redaksi














