oleh

Pendekatan “Hati dan Pikiran” Yonkav 13/SL Berbuah Penyerahan Senjata Rakitan Secara Sukarela

-Nunukan-132 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Pendekatan persuasif yang mengedepankan “Hati dan Pikiran” (Hearts and Minds) yang dilakukan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Kodam VI/Mulawarman kembali menunjukkan hasil positif. Melalui strategi ini, Satgas tidak hadir sebagai aparat penegak hukum yang kaku, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat perbatasan.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Kodam VI/Mulawarman, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana melalui Pasiter Kapten Kav Yurika Anggoro Putra menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari komunikasi sosial yang intens bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di wilayah perbatasan.

Dari hasil komunikasi tersebut, diperoleh informasi mengenai seorang warga Desa Sekadayun Taka, Kecamatan Sei Menggaris berinisial MS (40) yang memiliki senjata rakitan laras panjang jenis penabur, yang biasa digunakan untuk berburu hewan liar. Senjata tersebut memiliki diameter 18,5 mm dengan jarak efektif mematikan hingga 50 meter.

Guna menghindari potensi penyalahgunaan, Satgas kemudian melakukan pendekatan teritorial secara bertahap kepada MS. Melalui komunikasi sosial yang berkelanjutan serta pemberian edukasi yang jelas, MS akhirnya bersedia menyerahkan senjata rakitan tersebut secara sukarela tanpa rasa takut.

Kapten Kav Yurika Anggoro Putra menyebutkan bahwa salah satu kendala utama di masyarakat adalah kekhawatiran akan stigma dan tindakan hukum setelah menyerahkan senjata. Oleh karena itu, pendekatan yang dibangun lebih menekankan rasa aman dan kepercayaan.

“Ini bukan soal sitaan, tapi soal kepercayaan. Kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan melalui pembinaan teritorial, sehingga masyarakat merasa aman dan percaya dengan kehadiran kami,” ujarnya Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, ketika masyarakat sudah merasa aman dan menyatu dengan Satgas, kesadaran untuk menyerahkan barang-barang berbahaya akan muncul dengan sendirinya karena mereka yakin negara hadir untuk melindungi.

Dalam proses penyerahan, Satgas juga menerapkan prosedur pengamanan secara ketat, mulai dari aspek legalitas, keamanan fisik, hingga pertanggungjawaban administrasi. Privasi data masyarakat yang menyerahkan senjata pun dijamin tetap aman.

Selanjutnya, senjata yang telah diserahkan akan dilaporkan ke komando atas dan diserahkan kepada pihak terkait sesuai ketentuan hukum yang berlaku untuk dimusnahkan.

Penyerahan senjata rakitan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan teritorial yang mengedepankan komunikasi, edukasi, serta pemahaman hukum kepada masyarakat perbatasan. Kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membangun kepercayaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.bri_179