oleh

FKUB Nunukan Gelar Dialog Kerukunan, Perkuat Harmoni dan Toleransi Antarumat Beragama

-Nunukan-318 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama di Kantor Kelurahan Nunukan Barat, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKUB dalam mengkampanyekan pentingnya menjaga kerukunan, kedamaian, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FKUB Kabupaten Nunukan, H. Hermansyah R, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan Hasan Basri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H. Aliansyah, pengurus FKUB, Lurah Nunukan Barat, para Ketua RT se-Kelurahan Nunukan Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Ketua FKUB Kabupaten Nunukan, H. Hermansyah R mengatakan, dialog kerukunan yang digelar merupakan agenda perdana FKUB pada tahun 2026 dan menjadi salah satu program rutin untuk memperkuat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Nunukan.

“Alhamdulillah, perdana di tahun 2026 FKUB Kabupaten Nunukan menyelenggarakan Dialog Kerukunan di Kantor Kelurahan Nunukan Barat. Peserta yang hadir sebagian besar Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda yang ada di Nunukan Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan dialog kerukunan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni mengkampanyekan pentingnya kerukunan umat beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

“Kampanye kerukunan ini bagaimana kita menyikapi agar Nunukan tetap aman, rukun, damai dan tenteram. Melalui dialog ini kita juga mendapatkan informasi mengenai berbagai persoalan yang ada di lingkungan masyarakat, khususnya terkait kerukunan umat beragama,” katanya.

Menurut Hermansyah, antusiasme masyarakat dalam mengikuti dialog tersebut sangat tinggi. Berbagai masukan, saran, dan pandangan disampaikan peserta untuk bersama-sama menjaga suasana harmonis di lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah sambutan dari masyarakat luar biasa. Dialog yang berlangsung cukup berbobot dengan pembahasan mengenai bagaimana menciptakan kerukunan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dialog kerukunan menjadi wadah komunikasi, silaturahmi, dan tukar pikiran antara tokoh agama, pemerintah, serta masyarakat guna memperkuat hubungan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Tujuan digelarnya dialog kerukunan adalah sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan tukar pikiran antarumat beragama, tokoh agama, pemerintah serta masyarakat guna memperkuat hubungan hidup rukun dan harmonis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelasnya.

Hermansyah juga memaparkan sejumlah agenda FKUB Nunukan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, FKUB telah melaksanakan silaturahmi dengan Wakil Bupati Nunukan selaku Ketua Dewan Pembina FKUB. Setelah dialog di Nunukan Barat, program berikutnya adalah FKUB Goes To School yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang di SMA Negeri 1 Sebatik.

Selanjutnya, pada Juli 2026 FKUB akan menggelar Dialog Kerukunan di Kecamatan Krayan. Kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung pada September di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, dan Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku. Kemudian pada Oktober akan dilaksanakan di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, serta ditutup pada November di Desa Lubakan, Kecamatan Sembakung.

Melalui berbagai program tersebut, FKUB Nunukan berharap semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terus terjaga sehingga Kabupaten Nunukan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.bri_271