LikeKaltara.com, BULUNGAN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengangkat isu degradasi sikap dan perilaku generasi muda dalam pertemuan rutin pertama tahun 2026 yang digelar di Gedung Gadis 2, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DWP Kaltara, Sipta Meylina Denny Harianto.
Pertemuan yang menandai aktifnya kembali kegiatan rutin organisasi setelah penataan program kerja pasca pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara pada Desember tahun lalu itu dikemas melalui seminar edukatif bertema “Fenomena Degradasi Attitude pada Gen Z: Sebab, Dampak, dan Solusi” serta dirangkai dengan lomba membuat dan merangkai pantun.
Dalam sambutannya, Sipta Meylina menegaskan bahwa perubahan sikap dan perilaku generasi muda saat ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya para orang tua yang memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menurutnya, seminar tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan sekaligus solusi bagi para orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era digital yang terus berkembang.
“Ada pergeseran sikap yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Melalui seminar ini, kami berharap para narasumber dapat memberikan pemahaman dan solusi bagi para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka,” ujarnya.
Sipta Meylina juga menyoroti semakin berkurangnya minat membaca buku fisik di kalangan pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan berbagai diskusi yang pernah dilakukannya, sebagian besar generasi muda saat ini lebih banyak memperoleh informasi melalui gawai dibandingkan membaca buku secara langsung.
Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu disikapi dengan bijak karena derasnya arus informasi digital dapat membuat generasi muda lebih mudah menerima berbagai informasi tanpa proses analisis yang memadai. Akibatnya, risiko terpapar informasi yang tidak benar atau hoaks menjadi semakin besar.
Sebagai langkah preventif, DWP Kaltara berencana mendorong berbagai program penguatan karakter dan literasi keluarga. Salah satu upaya yang disarankan adalah membiasakan anak membaca buku fisik selama 10 hingga 30 menit setiap hari guna melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan daya analisis, serta membangun karakter positif.
Selain seminar, suasana pertemuan semakin semarak melalui lomba membuat dan merangkai pantun yang diikuti para anggota DWP. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melestarikan budaya, mempererat silaturahmi antaranggota, sekaligus menumbuhkan kreativitas di lingkungan organisasi.
Melalui kegiatan ini, DWP Kaltara berharap seluruh anggota dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pembentukan karakter anak secara positif, sehingga mampu menghadapi tantangan dan derasnya arus informasi digital dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.Dkisp_285_Adv
