oleh

Iraw Tidung Borneo Bersatu IV Resmi Ditutup, Persaudaraan dan Budaya Jadi Pesan Utama

-Nunukan-43 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, H. Raden Iwan Kurniawan, di Baloy Adat Tidung, Desa Binusan, Senin (12/10/2026) malam.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, H. Raden Iwan Kurniawan berharap kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kenangan kemeriahan, tetapi juga membawa pulang semangat persaudaraan dan tekad untuk terus menjaga serta merawat budaya Tidung.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh adat, serta masyarakat Tidung yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Iraw Tidung Borneo Bersatu merupakan hasil kerja bersama yang patut dibanggakan.

“Budaya tidak akan bertahan hanya karena kita mengadakan perayaan setiap tahun. Budaya akan tetap hidup dan terjaga apabila ada kemauan untuk mengenali, menjalankan, dan mewariskannya kepada anak cucu,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pelestarian adat dan budaya. Generasi muda Tidung diharapkan diberikan ruang untuk belajar, berkarya, serta berperan aktif menjaga warisan leluhur.

“Kita ingin anak muda Tidung maju dalam pendidikan, sukses dalam pekerjaan, mampu bersaing di mana saja, tetapi tetap bangga dengan identitasnya,” ujarnya.

Selain pelestarian budaya, H. Raden Iwan Kurniawan mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dengan seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan yang memiliki latar belakang suku dan budaya beragam.

Menurutnya, perbedaan bukanlah penghalang untuk berjalan bersama dan saling membantu. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun daerah.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kekurangan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Yang sudah baik harus terus dilanjutkan, dan yang belum maksimal harus sama-sama diperbaiki dan disempurnakan. Semoga Iraw berikutnya semakin meriah, semakin banyak pesertanya, dan semakin memberi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Penutupan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Tidung sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan adat dan budaya sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Nunukan.Prokompim _401_Adv