LikeKaltara.com, NUNUKAN – Alunan lagu dari grup band Nidji menggema di Ruang Terbuka Paras (RTP), Rabu (14/10/2026) malam. Ribuan masyarakat antusias menyaksikan penampilan band tersebut pada malam penutupan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026, yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Malam penutupan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 2 Oktober 2026. Berbagai pertunjukan seni dan budaya, hiburan, serta kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memeriahkan perayaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, perangkat daerah, petugas keamanan, sponsor, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat yang membuat seluruh rangkaian acara berlangsung meriah, aman, dan lancar.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, perputaran ekonomi selama Paras Fest 2026 mencapai Rp12,604 miliar, yang mencakup aktivitas ekonomi di luar kawasan Paras Perbatasan serta belanja APBD yang kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian mencatat omzet UMKM di dalam kawasan Paras Perbatasan mencapai Rp1,667 miliar selama kegiatan berlangsung.
Secara keseluruhan, data yang disampaikan menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta selama festival. BPS juga mencatat omzet agregat usaha berdasarkan sampel meningkat 33,7 persen dibandingkan kondisi normal.
Pada kondisi normal, omzet agregat sampel tercatat sebesar Rp3,108 miliar. Selama Paras Fest, angka tersebut meningkat menjadi Rp4,157 miliar, dengan tambahan perputaran uang sekitar Rp1,054 miliar di warung-warung masyarakat.
Data BPS dan Dinas terkait juga menunjukkan sebanyak 73,8 persen pelaku usaha mengalami kenaikan omzet selama pelaksanaan Paras Fest 2026.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Paras Fest bukan sekadar menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya daerah, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha lokal.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kita telah melihat betapa antusiasnya masyarakat Nunukan dalam memeriahkan acara ini. Di balik kemeriahan tersebut, ada peluang ekonomi yang harus kita jaga dan lanjutkan agar roda perekonomian terus berputar di daerah sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal, mendukung pelaku UMKM, serta bangga terhadap kuliner dan potensi wisata daerah.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Nunukan mengajak seluruh masyarakat agar semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya daerah tidak berhenti setelah festival berakhir. Semangat tersebut diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui dukungan terhadap produk lokal dan usaha masyarakat.
Dengan berakhirnya Paras Fest 2026, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang promosi budaya, hiburan masyarakat, serta penggerak ekonomi daerah.Prokompim _407_Adv
