oleh

Dialog Kerukunan Mengusung Tema Menuju Indonesia Emas 2025 Yang Rukun

-Nunukan-177 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan menggelar Dialog Kerukunan dengan tema “Menuju Indonesia Emas 2024 yang Rukun”, Selasa (11/11/2025) di Kantor Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Sebanyak 50 peserta dari berbagai unsur dan masyarakat di Kecamatan Sebatik mengikuti dialog tersebut dengan menghadirkan narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah dan Penyelenggara Kristen, Jhoni Saleh. Turut hadir, mewakili Bupati Nunukan, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Hasan Basri, Ketua FKUB Kabupaten Nunukan, H. Hermansyah, Camat Sebatik Wahyudin, Kapolsek Sebatik Timur, AKP Jounanda Wibowo Kusno, Kepala Desa Tanjung Karang, Faisal, Kepala Kantor Urusan Agama Sebatik, personil TNI Polri, anggota Badan Pemusyaratan Desa Tanjung Karang, Ketua RT, tokoh masyarakat, agama dan masyarakat.

“Hari ini, melaksanakan dialog kerukunan di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Dialog ini banyak mendapatkan informasi dan saran dari masyarakat dan saling bertukar informasi,” ujar Ketua FKUB Kabupaten Nunukan, H. Hermansyah.

Hermansyah mengatakan, dialog kerukunan yang digelar dengan menghadirkan pemerintah daerah hingga desa, TNI Polri, Kementerian Agama, pengurus FKUB dan masyarakat, adalah upaya untuk memperkuat kerukunan umat beragama serta mendengarkan aspirasi masyarakat untuk kemajuan Kabupaten Nunukan. Melalui dialog, bagaimana pemerintah, TNI Polri dan pihak berkepentingan menyampaikan informasi dan pesan untuk selalu menjaga keamanan, kedamaian dan keharmonisan antar umat beragama.

“Tadi juga kita sampaikan kepada Ketua RT, sebagai kepala wilayah terdepan di daerah masing-masing. Bagaimana menjaga kerukunan umat beragama dan mengantisipasi hal-hal negatif yang rawan terjadi di pulau Sebatik, sebagai daerah perbatasan,” ujarnya.

Ia menekankan, dialog kerukunan yang digelar, menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi dan pemahaman diantara kita semua. Melalui dialog, akan saling berbagi pandangan, menambah wawasan dan informasi serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

“Kerukunan umat beragama bukan hanya hidup berdampingan, namun bagaimana saling menghargai, saling tolong menolong dan bekerjasama dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, aman dan sejahtera,” kata H. Hermansyah.

Sebagai informasi, tahun 2025, FKUB Nunukan telah melaksanakan tiga kali dialog kerukunan. Diawali di Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan dan Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat bulan Mei lalu. Setelah di dua Kecamatan menyasar masyarakat, di bulan Mei, FKUB Goes To School di SMA Negeri 1 Sembakung.bri_32