oleh

Gubernur Kaltara Promosikan Peluang Investasi Perbatasan di Forum PSBM Makassar

-Nasional-19 Dilihat

LikeKaltara.com, MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, mempromosikan berbagai peluang investasi strategis di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis – Makassar (PSBM) ke – XXVI di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3).

Dalam forum bertema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, Zainal mengajak para investor untuk melihat Kaltara sebagai wilayah yang memiliki posisi strategis sekaligus potensi besar untuk dikembangkan.

Ia menekankan pentingnya filosofi siri’ na pacce sebagai pondasi dalam membangun ekonomi dan kepemimpinan. Menurutnya, nilai keberanian, kejujuran, kerja keras, serta menjaga kehormatan menjadi dasar dalam mengambil keputusan dan memimpin.

“Nilai keberanian, kejujuran, kerja keras dan menjaga kehormatan dikenal dalam falsafah siri’ na pacce, menjadi fondasi yang membentuk cara kita dalam melihat kehidupan, memimpin dan mengambil keputusan,” ujar Zainal.

Dalam paparannya, Zainal mengungkapkan sejumlah sektor unggulan yang terbuka bagi investor. Di sektor pertanian dan perkebunan, peluang hilirisasi produk seperti pengolahan selai nanas dari Krayan hingga ekspor bubuk tanaman keraton dinilai memiliki nilai jual tinggi di pasar global. Sementara di sektor perikanan dan kelautan, potensi produksi rumput laut mencapai 857.797 ton per tahun. Selain itu, komoditas unggulan seperti udang windu, bandeng, dan kepiting bakau juga menjadi daya tarik tersendiri.

Zainal juga menyoroti peluang besar industri sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung yang masih membutuhkan investasi pada sektor pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah. Di sektor peternakan, kebutuhan ayam dan telur di Kaltara yang masih jauh lebih tinggi dibandingkan produksi membuka peluang investasi baru yang menjanjikan.

Tak hanya itu, pengembangan pariwisata lintas negara juga menjadi perhatian, dengan konektivitas kawasan perbatasan yang menghubungkan Kaltara dengan Sabah (Malaysia), Tawi – Tawi (Filipina), dan Brunei Darussalam.

Ia menambahkan, posisi geografis Kaltara sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada di jalur pelayaran internasional Archipelagic Sea Lanes (ASLs), yang menghubungkan perdagangan dari Asia hingga Australia, termasuk Hongkong, China, Jepang, dan Korea.

“Keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan. Ketangguhan adalah hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan integritas,” tegasnya.

Melalui forum tersebut, Zainal berharap para saudagar dapat melihat langsung berbagai peluang investasi di Kaltara dan turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan, demi mewujudkan visi Kaltara yang maju, makmur, dan berkelanjutan.bri_94