LikeKaltara.com, NUNUKAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah menegaskan pentingnya seluruh panitia memperhatikan Petunjuk Teknis (Juknis) MTQ tingkat provinsi dan nasional tahun 2026 sebagai acuan utama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026. Hal ini, ia sampaikan usai mengikuti rapat persiapan pelaksanaan MTQ XXI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026, yang digelar pada Kamis (9/4/2026) di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan. Rapat dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Nunukan, H. Khairil, serta dihadiri seluruh Tim Kerja dan Tim Verifikasi.
“Tim kerja harus betul-betul memperhatikan juknis yang sudah diedarkan, Ini harus menjadi patokan dalam pelaksanaan MTQ XXI Tahun 2026,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh ketentuan, termasuk batasan usia peserta dan persyaratan administrasi, wajib mengacu pada juknis yang berlaku. Terlebih, sistem administrasi MTQ di tingkat provinsi kini telah menggunakan aplikasi digital E-MTQ.
“Dengan adanya digitalisasi melalui E-MTQ, maka seluruh persyaratan harus benar-benar dipenuhi dengan baik dan teliti,” ujarnya.
Selain itu, H. Aliansyah menyampaikan peran penting Dewan Hakim dalam menjaga marwah pelaksanaan MTQ. Ia menekankan agar para hakim bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas.
“Dewan hakim harus objektif dan profesional. Jangan sampai ada konflik kepentingan, meskipun peserta adalah anak, murid, atau keluarga. Mereka telah disumpah, sehingga harus memegang teguh amanah tersebut. Kata Rasulullah satu kaki berada di neraka, satu kaki berada di surga, ini melalaikan dari sumpah tersebut. Silahkan dewan hakim menilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku” ujar H. Aliansyah.
Kepada para kafilah, ia mengimbau agar terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui latihan yang konsisten. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama proses persiapan.
“Jangan sampai sudah lama berlatih, tetapi saat tampil justru sakit. Ini sangat merugikan. Terutama bagi peserta cabang tilawah, jangan memaksakan suara hingga akhirnya menurun saat lomba,” ujarnya.bri_114








