LikeKaltara.com, SEBATIK BARAT – Kafilah Kecamatan Lumbis akhirnya tiba di lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI Tingkat Kabupaten Nunukan di Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat setelah menempuh perjalanan panjang yang menggabungkan jalur darat dan sungai, Sabtu (25/4/2026).
Ketua Rombongan Kafilah Lumbis, Juhaeri, menjelaskan bahwa total rombongan berjumlah 53 orang, terdiri dari 30 peserta serta sisanya pendamping dan official, termasuk Camat Lumbis selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lumbis dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai Ketua I LPTQ.
Rombongan berangkat dari Desa Mansalong Kecamatan Lumbis, Sabtu (25/4/2026) pada pukul 08.00 wita menggunakan delapan unit kendaraan roda empat. Perjalanan darat ditempuh hingga tiba di Sungai Ular, Kecamatan Sei Menggaris sekitar pukul 12.00 wita.
“Sesampainya di Sungai Ular, kami melaksanakan salat Zuhur, kemudian istirahat dan makan sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Juhaeri Minggu (26/4/2026).
Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan dua perahu selama kurang lebih dua jam. Rombongan tiba di Pelabuhan Pangkalan Desa Binalawan sekitar pukul 15.05 wita, sebelum akhirnya dijemput panitia menggunakan empat kendaraan menuju lokasi pemondokan yang berjarak sekitar 15 menit.
Juhaeri mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilai sigap dalam menyambut kedatangan kafilah. Ia juga menyebut kondisi pemondokan cukup baik dan sesuai harapan, terutama karena lokasinya dekat dengan musala.
“Alhamdulillah kami diterima dengan baik. Pemondokannya bagus dan dekat musala, tepatnya di sekitar rumah Kepala Desa Liang Bunyu. Ini sangat membantu aktivitas ibadah kami selama di sini,” katanya.
Meski demikian, Juhaeri mengungkapkan terdapat dua peserta yang mengalami kendala kesehatan. Salah satunya adalah Muh. Yuliadi dari cabang Fahmil Al-Qur’an yang tidak dapat berangkat karena sakit usus dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Malinau. Sementara itu, peserta lainnya, Aura Desty Fajarina dari cabang Syarhil Al-Qur’an, mengalami kambuhnya sakit maag akut akibat keterlambatan makan sebelum keberangkatan.
“Kondisi ini membuat satu peserta tidak dapat mengikuti verifikasi faktual. Namun secara keseluruhan, peserta lainnya dalam kondisi siap mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Juhaeri berharap kehadiran kafilah dari berbagai kecamatan dalam ajang MTQ ini dapat mempererat silaturahmi serta mempersatukan umat Muslim di Kabupaten Nunukan.bri_161














