LikeKaltara.com, NUNUKAN – Dalam upaya mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bebas handphone, pungli, dan narkoba (Zero Halinar), Lapas Kelas IIB Nunukan menggelar razia gabungan pada Rabu (6/5/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 wita ini dipimpin langsung Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan.
Sebanyak 65 personel terlibat dalam razia tersebut, terdiri dari 40 personel Lapas Nunukan, 6 personel Polres Nunukan, 13 personel Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, 3 personel Kodim 0911 Nunukan, serta 3 personel Polisi Militer. Razia berlangsung hingga pukul 22.00 wita.
Razia gabungan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret mewujudkan Zero Halinar sekaligus menyukseskan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Selain itu, kegiatan ini bertujuan memberantas barang terlarang di dalam lapas serta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menegaskan bahwa razia tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kalimantan Timur terkait pelaksanaan Ikrar Zero Halinar.
“Merujuk surat tersebut, Lapas Nunukan menggandeng TNI, Polri, dan BNNK untuk mengimplementasikan Zero Halinar. Razia ini juga merupakan langkah awal deteksi dini terhadap gangguan kamtib,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas instansi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan BNNK yang telah bersinergi. Hasil temuan nantinya akan ditindaklanjuti untuk dimusnahkan serta dilakukan penegakan tata tertib apabila ditemukan barang terlarang di kamar warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Polres Nunukan berharap kegiatan razia gabungan seperti ini dapat dilakukan secara rutin.
“Razia seperti ini sebaiknya terus dilaksanakan, tidak hanya pada waktu tertentu. Kegiatan ini sangat berpengaruh dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah gangguan kamtib di Lapas,” ungkap perwakilan Polres Nunukan.
Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan tersebut sebagai bagian dari program P4GN.
“Ke depan, razia gabungan seperti ini akan dijadwalkan secara rutin sebagai bentuk penerapan P4GN, yang merupakan salah satu program unggulan BNN,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Danramil 0911-08 Nunukan Selatan, Kapten Inf. Samsul Hadi. Ia menilai jajaran Lapas Nunukan telah bekerja keras menjaga keamanan meskipun kondisi lapas mengalami over kapasitas.
“Kami mengapresiasi upaya jajaran Lapas Nunukan. Dengan kondisi yang over kapasitas, petugas tetap mampu menjaga lapas dalam keadaan aman dan kondusif,” ujarnya.
Melalui razia gabungan ini, diharapkan Lapas Nunukan semakin optimal dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang serta aman bagi seluruh warga binaan dan petugas.bri_195
