oleh

Wagub Kaltara : Kebijakan Ekspor Harus Berpihak kepada Masyarakat Kecil

LikeKaltara.com, TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekspor harus berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, setiap langkah dan strategi pengembangan ekspor daerah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan nelayan, petani hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltara.

Hal tersebut disampaikan Ingkong Ala saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) strategis tentang Percepatan Ekspor Langsung yang digelar di aula Gedung Sri Tower, Tarakan, Rabu (13/5). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya arah baru pembangunan ekonomi Kaltara yang mulai lepas dari ketergantungan besar terhadap sektor batu bara.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu menjadi alasan kuat bagi Kaltara untuk segera memperkuat sektor lain yang lebih berkelanjutan dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, penurunan ekspor nonmigas hingga 45,83 persen pada tahun 2025 menjadi peringatan serius bahwa Kaltara harus mulai mengubah strategi pembangunan ekonominya.

“Kaltara, tidak boleh hanya menjadi penonton ataupun sekadar pemasok bahan mentah,” ujarnya.

Ingkong Ala menjelaskan, Kaltara memiliki potensi besar terutama pada sektor perikanan dan hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan nelayan dan pembudidaya. Potensi tersebut dinilai harus didukung dengan sistem logistik dan ekspor yang lebih baik agar produk daerah mampu bersaing di pasar internasional.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Malundung dan Bandara Juwata agar ekspor produk segar dapat berjalan lebih cepat, efisien dan memiliki daya saing tinggi.

Selain itu, pelaku UMKM juga didorong untuk memiliki sertifikasi internasional seperti HACCP dan ISO agar produk lokal Kaltara mampu memenuhi standar pasar dunia.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan rumput laut. Menurutnya, komoditas tersebut tidak lagi boleh dijual dalam bentuk mentah, melainkan harus diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi sehingga manfaat ekonominya lebih besar bagi masyarakat daerah.

Keberhasilan ekspor ikan bawal segar dari Tarakan menuju Hongkong beberapa waktu lalu, lanjut Ingkong Ala, menjadi bukti bahwa Kaltara memiliki peluang besar menjadi pemain ekspor baru di kawasan perbatasan Indonesia,” pungkasnya.Dkisp_213_Adv

News Feed