oleh

331 Jemaah Haji Kaltara Ambil Nafar Awal, Lanjutkan Rangkaian Rukun Haji di Makkah

-Nunukan-298 Dilihat

LikeKaltara.com, ARAB SAUDI – Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Haji Balikpapan, H. Sayid Abdullah menyampaikan sebanyak 331 jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) telah menyelesaikan lempar jumrah pada Hari Tasyrik 11 dan 12 Dzulhijah serta mengambil nafar awal.

Ia menjelaskan, dari total 357 jemaah dan petugas Kloter 7, sebagian besar telah menyelesaikan prosesi lempar jumrah dan kembali ke hotel di Makkah untuk melanjutkan rangkaian rukun haji lainnya.

“Alhamdulillah, sebanyak 331 orang telah selesai melontar jumrah dan kembali ke hotel. Sementara masih ada 23 jemaah dan 3 petugas pendamping yang akan menambah satu hari lagi untuk melontar jumrah pada Hari Tasyrik ketiga, 13 Dzulhijah, serta masih bermalam di tenda Mina,” ujar Sayid Abdullah.

Dijelaskannya, para jemaah yang telah kembali ke hotel selanjutnya akan melaksanakan rangkaian ibadah wajib lainnya, yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul Akhir sebagai bagian dari penyempurnaan rukun haji.

Secara umum, kondisi jemaah haji Kaltara saat ini dalam keadaan sehat, meski mengalami kelelahan usai mengikuti seluruh tahapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) yang cukup menguras tenaga dan membutuhkan kondisi fisik prima.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan lempar jumrah, beberapa jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah sakit dibadalkan atau diwakilkan saat melempar jumrah di Jamarat. Hal tersebut dilakukan mengingat jarak tempuh menuju lokasi mencapai sekitar 12 kilometer pulang pergi dengan berjalan kaki.

“Insya Allah beberapa hari ke depan jemaah akan mempersiapkan kondisi fisik agar tetap prima untuk menyelesaikan tiga rukun haji lainnya sehingga seluruh prosesi puncak ibadah haji dapat berjalan lancar,” katanya.

Ia juga memohon doa masyarakat Kaltara agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Setelah seluruh rukun haji selesai dilaksanakan, para jemaah nantinya dapat melaksanakan ibadah mandiri seperti umrah sunah serta ziarah sirah nabawiyah di sekitar Kota Makkah maupun ke Kota Taif, salah satu kota bersejarah tempat Rasulullah SAW pernah tinggal, berdakwah dan dibesarkan.bri_264