LikeKaltara.com, BULUNGAN – Rimbunnya hutan Gunung Seriang masih diselimuti embun saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Zainal A. Paliwang, bersama Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), memulai perjalanan menyusuri jalan setapak menuju Goa Berlapis, Sabtu (30/5/2027) pagi.
Jejak hujan yang turun pada malam sebelumnya membuat jalur menuju goa terasa lembap dan licin. Akar-akar pohon yang menjulur serta bebatuan yang basah mengharuskan rombongan melangkah dengan hati-hati. Namun tantangan tersebut seolah terbayar saat mulut goa mulai terlihat di balik lebatnya pepohonan hutan Gunung Seriang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi wisata alam yang selama ini lebih dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Goa Berlapis. Pemerintah Provinsi Kaltara menilai kawasan tersebut memiliki daya tarik yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bulungan.
Memasuki kawasan goa, suasana berubah drastis. Cahaya matahari perlahan menghilang dan berganti dengan udara sejuk yang memenuhi lorong-lorong batu. Dinding goa yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun menghadirkan panorama yang memukau dengan berbagai ornamen batu unik yang menghiasi langit-langit dan dindingnya.
Di tengah penelusuran, rombongan menemukan salah satu keunikan yang menjadi ciri khas Goa Berlapis. Sebuah tumpukan batu mampu menghasilkan bunyi-bunyian merdu ketika diketuk perlahan pada bagian tepinya. Nada yang tercipta menyerupai alat musik alami yang terbentuk tanpa campur tangan manusia.
“Yang menarik di sini ada batu berbunyi. Kita sudah mencobanya dan suaranya cukup bagus,” ujar Gubernur Zainal sambil tersenyum.
Menurutnya, keberadaan batu berbunyi tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membedakan Goa Berlapis dari destinasi wisata alam lainnya di Kaltara. Potensi tersebut dinilai layak dikembangkan agar dapat dinikmati masyarakat luas maupun wisatawan yang berkunjung ke Bumi Benuanta.
“Insyaallah ke depan gua ini akan kita jadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bulungan. Karena itu kami ingin melihat langsung apa yang perlu dipersiapkan,” katanya.
Keistimewaan Goa Berlapis tidak hanya terletak pada keindahan dan keunikan batu-batunya. Kawasan ini juga merupakan bagian dari sekitar 22 goa yang saling terhubung dalam satu kawasan karst, menjadikannya memiliki nilai geologi dan wisata petualangan yang sangat potensial.
Bagi Kaltara yang terus berupaya memperluas sektor pariwisata, keberadaan Goa Berlapis menjadi aset berharga. Selain menawarkan keindahan alam yang masih alami, kawasan ini juga memberikan pengalaman eksplorasi yang berbeda bagi para pecinta wisata goa dan petualangan.
Menjelang siang, perjalanan penelusuran akhirnya berakhir. Satu per satu anggota rombongan kembali menuju pintu keluar goa. Cahaya matahari yang menembus sela-sela pepohonan menjadi penanda berakhirnya eksplorasi hari itu.
Sebelum meninggalkan lokasi, Gubernur Zainal mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan wisata alam tersebut agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Kita harap masyarakat yang datang ke sini jangan merusak, jangan mencoret-coret dinding, dan jangan mengotori tempat ini,” pesannya.
Goa Berlapis mungkin masih tersembunyi di balik rimbunnya hutan Gunung Seriang. Namun di balik lorong-lorong batu yang sunyi, tersimpan harapan besar untuk masa depan pariwisata Kalimantan Utara. Dengan keindahan alam dan keunikannya, kawasan ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang membanggakan Bumi Benuanta.
Sebelumnya, Gubernur Zainal juga telah melakukan penelusuran ke sejumlah destinasi wisata alam lainnya di Kaltara, seperti Goa Batu Benau yang dihuni Suku Punan Batu, kawasan Goa Karst Batu Putih, hingga Batu Tumpuk di Desa Panca Agung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kalimantan Utara.Dkisp_267_Adv














