oleh

Polantas Turun Tangan Bersihkan Ceceran Tanah di Ruas Jalan Tugu Lemlai Suri

-Bulungan-558 Dilihat

LikeKaltara.com, BULUNGAN – Kondisi ruas jalan di sekitar kawasan Tugu Lemlai Suri menjadi sorotan pengguna jalan dalam beberapa hari terakhir. Material timbunan berupa tanah yang diduga berasal dari kendaraan pengangkut berceceran di badan jalan, menimbulkan debu serta berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah gundukan tanah dan material timbunan masih terlihat di beberapa titik ruas jalan. Selain mengotori badan jalan, material tersebut juga meninggalkan lapisan debu dan sisa tanah di atas aspal yang dapat mengurangi daya cengkeram ban kendaraan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Melihat kondisi tersebut, aparat kepolisian yang bertugas di Pos Lalu Lintas (Poslantas) sekitar Tugu Lemlai Suri turun langsung melakukan pembersihan. Petugas terlihat memungut dan menyingkirkan gundukan material yang berceceran agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.

Sikap cepat tanggap dua personel Polantas yang berada tepat di lokasi ceceran tanah timbunan itu pun menuai apresiasi. Tanpa menggunakan alat bantu, keduanya mengangkat dan membersihkan tanah yang berhamburan di tengah aspal menggunakan tangan mereka.

Menariknya, kedua personel tersebut enggan disebutkan namanya maupun difoto oleh awak media. Mereka menilai tindakan yang dilakukan bukanlah sebuah prestasi yang perlu dipublikasikan, melainkan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Kepolisian dalam mengantisipasi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Menurut mereka, kesadaran dan inisiatif untuk menjaga keselamatan pengguna jalan merupakan hal yang sudah semestinya dilakukan saat menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

“Kalau dibiarkan, sangat berbahaya bagi pengendara motor. Jadi kami bersihkan sisa-sisa tanah yang ada di jalan,” ujar salah satu petugas Kepolisian.

Keberadaan material timbunan di badan jalan memang dinilai cukup berisiko, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau ketika kondisi jalan menjadi licin akibat hujan. Selain meningkatkan potensi kecelakaan, debu yang beterbangan akibat material tersebut juga mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi.

Kondisi itu semakin terasa saat cuaca panas dan kendaraan berat terus melintas. Debu yang terangkat dari permukaan jalan dapat mengganggu jarak pandang sekaligus menurunkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Masyarakat berharap perusahaan maupun pihak yang melakukan pengangkutan material dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan jalan. Kendaraan pengangkut diminta memastikan muatan tertutup dengan baik serta tidak melebihi kapasitas agar material tidak jatuh dan tercecer selama perjalanan.

Sebelumnya, Zainal A. Paliwang telah mengingatkan para sopir truk dan pelaku usaha agar kendaraan pengangkut material galian C wajib menggunakan penutup atau terpal pada bak muatan. Langkah tersebut ditegaskan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan raya sekaligus mencegah material berceceran yang dapat mengotori jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.bri_325