oleh

FKUB Nunukan Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan

-Nunukan-561 Dilihat

 

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama dengan mengusung tema “Membangun Persaudaraan Tanpa Batas Perbedaan Agama dan Suku”. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kesenian Rakyat Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku, tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Selasa (8/9/2026) pagi.

Turut hadir dalam acara pembukaan Camat Sebuku, Kapolsek Sebuku, Kepala Desa Kunyit, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Nunukan, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sebuku, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemuda.

Dalam sambutan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri yang disampaikan Wakil Bupati Hermanus, disampaikan bahwa dialog kerukunan menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan.

“Saya merasa senang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Kunyit. Pertemuan seperti ini sangat penting, karena kita bukan hanya datang untuk berdialog, tetapi juga untuk duduk bersama, saling mendengar, saling memahami, dan mempererat persaudaraan,” ujar Hermanus membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Nunukan hidup dalam keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang. Namun, seluruh perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Kita di Nunukan ini hidup dalam keberagaman. Kita berbeda agama, suku, budaya dan latar belakang. Tetapi jangan lupa, kita semua adalah keluarga besar Kabupaten Nunukan,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat agar setiap perbedaan maupun persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, kepala dingin, dan mengedepankan kasih serta rasa persaudaraan.

“Kalau ada perbedaan, mari kita bicarakan dengan baik. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan hati yang penuh kasih. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman harus menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan yang aman, damai, dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nunukan juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB Kabupaten Nunukan yang dinilai terus berperan dalam membangun komunikasi dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada FKUB Kabupaten Nunukan yang terus hadir membangun komunikasi dan menjaga kerukunan umat beragama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa menjaga kerukunan bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah maupun FKUB, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan bukan hanya tugas pemerintah atau FKUB, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia berharap Dialog Kerukunan Umat Beragama tersebut dapat melahirkan semangat baru untuk semakin mempererat hubungan antarumat beragama dan antarwarga, khususnya di Desa Kunyit dan Kecamatan Sebuku, serta di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan, saling menghargai, saling membantu, dan bersama-sama membangun Kabupaten Nunukan.

“Berbeda itu biasa, tetapi tetap rukun dan bersaudara adalah pilihan kita bersama,” pungkasnya.Bri_360