oleh

Karya Warga Binaan Lapas Nunukan Tampil di Paras Fest 2026

-Nunukan-363 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan Tahun 2026 melalui keikutsertaannya dalam Paras Fest 2026. Dalam kegiatan tersebut, Lapas Nunukan membuka stand pameran yang menampilkan berbagai hasil karya dan produk kreatif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Keikutsertaan ini menjadi salah satu upaya Lapas Nunukan memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai seni, kreativitas, serta potensi ekonomi.

Beragam produk hasil karya WBP dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk pembinaan kemandirian. Salah satu yang menarik perhatian adalah batik tulis Lulantatibu, kain batik khas Kabupaten Nunukan yang dikembangkan melalui kreativitas Warga Binaan dengan sentuhan khas Lapas Nunukan.

Melalui karya tersebut, motif dan nilai budaya Lulantatibu tidak hanya dihadirkan dalam bentuk produk batik tulis yang memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Karya ini sekaligus mencerminkan keterampilan WBP yang terus diasah melalui program pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan bahwa keikutsertaan Lapas Nunukan dalam Paras Fest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembinaan WBP kepada masyarakat secara lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya melalui karya batik tulis Lulantatibu yang kami kreasikan bersama sebagai produk hasil pembinaan Lapas Nunukan,” ungkapnya Sabtu (4/10/2026) malam.

Ia berharap, keikutsertaan dalam Paras Fest dapat membuka ruang apresiasi sekaligus peluang pemasaran bagi produk hasil karya WBP. Dengan demikian, pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal bagi WBP untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Lapas Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembinaan WBP.

“Dari balik tembok pemasyarakatan, lahir karya yang membawa nama Nunukan. Melalui kreativitas, keterampilan, dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Nunukan terus berkomitmen menghadirkan pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Donny.

Keikutsertaan Lapas Nunukan dalam Paras Fest 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk berkarya, berkreasi, dan turut memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.Bri_383