oleh

Senam Lukiwol Pecahkan Rekor MURI, Diikuti 11.020 Peserta

-Nunukan-216 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Senam Lukiwol berhasil mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui partisipasi 11.020 peserta dalam kegiatan yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Kabupaten Nunukan, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri secara resmi membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri, unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Nunukan Hj. Andi Maryati, anggota DPRD, Ketua TP PKK Nunukan Hj. Andi Annisa Muthia Irwan, Pj. Sekretaris Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa pemecahan rekor MURI ini bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan momentum bersejarah untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya asli Kabupaten Nunukan ke tingkat nasional.

“Lukiwol bukan sekadar senam, melainkan identitas masyarakat Nunukan yang mengandung cerita, filosofi, dan nilai budaya Suku Tidung yang diangkat dari legenda Iluk Yaki Bentawol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap gerakan Senam Lukiwol menggambarkan aktivitas kehidupan Yaki Bentawol, mulai dari mengarungi sungai, menebang pohon, berburu, hingga kegembiraan sang istri saat Yaki Bentawol pulang membawa hasil buruan. Gerakan tersebut menjadi media untuk menceritakan kembali legenda dan nilai budaya masyarakat Tidung melalui seni gerak.

Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi karya kreatif, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Di saat banyak daerah berlomba mengimpor budaya luar, hari ini kita di perbatasan justru menunjukkan kepada Indonesia bahwa kita punya karya budaya asli yang sehat, kreatif, dan membanggakan. Hari ini kita bawa ke pentas nasional melalui MURI,” tegasnya.

Bupati juga menyebut RTP Paras Perbatasan dipilih karena menjadi simbol kebanggaan masyarakat Nunukan. Ia berharap lokasi tersebut semakin dikenal sebagai ruang publik yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga sarana promosi budaya dan pariwisata perbatasan.

Melalui kegiatan ini, Bupati menekankan tiga hal penting, yakni meningkatkan kesehatan masyarakat, melestarikan budaya lokal, dan mempromosikan pariwisata perbatasan. Ia berharap Senam Lukiwol dapat menjadi kegiatan rutin di sekolah, perkantoran, puskesmas, hingga dilaksanakan setiap Jumat pagi.

Selain itu, ia meminta perangkat daerah terkait segera mengupayakan perlindungan hukum atas Senam Lukiwol agar kekayaan budaya tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Saya harap Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan segera mengurus hak paten Senam Lukiwol ini. Ini milik Nunukan. Kita harus jaga dan ajarkan kepada anak cucu kita,” ungkapnya.

Kegiatan ini semakin memperkuat promosi Nunukan sebagai daerah perbatasan yang kaya akan budaya. Partisipasi peserta dari luar negeri, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina, turut menjadi peluang untuk memperkenalkan Senam Lukiwol serta destinasi wisata Paras Perbatasan kepada masyarakat internasional.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada perwakilan MURI yang hadir sebagai saksi sejarah, sekaligus mengapresiasi seluruh peserta yang terdiri atas pelajar, ibu-ibu PKK, ASN, TNI-Polri, dan berbagai komunitas senam.

“ Anda semua adalah pemecah rekor! Anda semua adalah pahlawan budaya,” ujarnya memberikan semangat kepada para peserta.

Suasana semakin meriah dengan penampilan Liza Natalia, artis sekaligus instruktur senam, yang mengajak peserta mengikuti gerakan Zumba. Ribuan peserta pun larut dalam suasana penuh semangat, menjadikan pemecahan rekor MURI ini bukan hanya sebagai pencapaian olahraga, tetapi juga perayaan budaya dan kebersamaan masyarakat Nunukan.Prokompim _395_Adv