LikeKaltara.com, NUNUKAN – Sebanyak 64 orang Dewan Hakim akan bertugas pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Sebatik Barat pada tanggal 24 – 29 April 2026.
Koordinator Dewan Hakim, H. Muh. Tahir, menjelaskan jumlah tersebut telah disesuaikan dengan komposisi cabang yang dilombakan, termasuk di dalamnya Koordinator, Sekretaris, serta majelis-majelis dewan hakim di setiap cabang lomba.
“Total dewan hakim ada 64 orang, tersebar di 10 arena lomba yang akan menjadi tempat pelaksanaan penilaian sekaligus penampilan para peserta,” ujarnya Rabu (15/4/2026) saat ditemui usai rapat ekspose MTQ XII Tahun 2026 di Kantor Bupati Nunukan.
Ia menambahkan, komposisi dewan hakim pada MTQ XXI ini tidak jauh berbeda dengan MTQ XX Tahun 2025 di Kecamatan Sembakung. Namun demikian, terdapat beberapa cabang yang diisi oleh dewan hakim dengan tingkat profesionalitas yang lebih tinggi.
Menurutnya, sejumlah dewan hakim telah memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni, termasuk pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara maupun Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Banyak dari dewan hakim juga memiliki latar belakang sebagai Qori dan Qoriah, bahkan pernah berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat dewan hakim sebagai bagian dari persiapan teknis. Ia menegaskan seluruh dewan hakim wajib mengikuti rapat tersebut guna memastikan pelaksanaan penilaian berjalan profesional.
“Dewan hakim disumpah, sehingga harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, objektif, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan kafilah dari masing-masing kecamatan untuk menjadikan MTQ sebagai ajang mempererat silaturahmi serta syiar Islam.
“Siapa pun yang menjadi juara adalah saudara kita. Mari kita junjung tinggi kebersamaan, saling menghormati, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, serta terus membiasakan membaca dan mengamalkannya, tidak hanya saat MTQ, tetapi juga setelah kegiatan ini selesai,” pungkasnya.bri_128








