oleh

Ini Profil dan Sejarahnya Sebatik Barat, Tuan Rumah MTQ XXI Nunukan 2026

LikeKaltara.com, SEBATIK BARAT – Kecamatan Sebatik Barat ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXI tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penunjukan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih jauh potensi wilayah sekaligus sejarah panjang terbentuknya kecamatan yang berada di Pulau Sebatik tersebut.

Camat Sebatik Barat, Sawaludin, menjelaskan bahwa secara historis wilayah Pulau Sebatik awalnya hanya terdiri dari desa-desa yang berada di bawah Kecamatan Nunukan, Kabupaten Bulungan, yakni Desa Setabu dan Desa Pancang. Seiring perkembangan wilayah, pada tahun 2006 dilakukan pemekaran menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Sebatik Barat.

“Pembentukan Kecamatan Sebatik Barat menjadi tonggak awal dalam percepatan pembangunan wilayah perbatasan,” ujar Sawaludin Jumat (24/4/2026).

Selanjutnya, pada tahun 2011 Pulau Sebatik kembali dimekarkan menjadi lima kecamatan dengan terbentuknya Kecamatan Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Timur. Pemekaran tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan pemerintahan serta pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan.

Secara geografis, Kecamatan Sebatik Barat berada di bagian barat Pulau Sebatik dan berhadapan langsung dengan Pulau Nunukan. Wilayah ini juga berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia di bagian utara. Adapun batas wilayahnya meliputi Sebatik Malaysia di sebelah utara, Kecamatan Sebatik, Sebatik Timur dan Sebatik Tengah di sebelah timur, Laut Sulawesi di sebelah selatan, serta Selat Sebatik di sebelah barat.

Dengan luas wilayah sekitar 93,26 kilometer persegi atau 9.326 hektare, Kecamatan Sebatik Barat saat ini membawahi empat desa, yakni Setabu, Binalawan, Liang Bunyu, dan Bambangan serta Desa Persiapan Tembaring. Ibu kota kecamatan berada di Desa Binalawan.

Dari sisi topografi, wilayah Sebatik Barat didominasi kawasan pesisir dengan kombinasi dataran rendah dan perbukitan. Daerah dataran rendah tersebar di wilayah pesisir desa, sementara kawasan perbukitan dan pegunungan membentang di sebagian besar wilayah dan masuk dalam kawasan hutan lindung. Salah satu titik geografis yang menonjol adalah Gunung Deli yang berada di Desa Liang Bunyu.

Dalam perkembangannya, Kecamatan Sebatik Barat juga sempat mengalami pemekaran desa. Awalnya terdapat empat desa, kemudian pada tahun 2010 berkembang menjadi tujuh desa dengan penambahan Desa Bambangan, Maspul, dan Sungai Limau. Namun, setelah penataan wilayah pada tahun 2011, jumlah desa kembali menjadi empat, sementara desa lainnya masuk ke wilayah Kecamatan Sebatik Tengah.

Saat ini, pemerintahan desa di Sebatik Barat dipimpin oleh Pj Kepala Desa Setabu Muchsin, Kepala Desa Binalawan Darwis, Kepala Desa Liang Bunyu Manshur, dan Kepala Desa Bambangan Sulaiman. Selain itu terdapat Desa Persiapan Tembaring yang dipimpin oleh Rupianto. Jumlah rukun tetangga (RT) di Kecamatan Sebatik Barat mencapai 41 RT, tersebar di seluruh desa. Dari sisi adat, terdapat enam tokoh adat yang tersebar di beberapa desa, menunjukkan kuatnya nilai budaya lokal yang masih terjaga.

Sawaludin juga menyebutkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2006 hingga 2026, Kecamatan Sebatik Barat telah dipimpin oleh 12 camat. Camat pertama dijabat oleh Sanusi (saat ini Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Utara), sementara saat ini kepemimpinan berada di tangannya.

Dari sisi demografi, Sebatik Barat dihuni oleh beragam suku seperti Tidung, Bugis, Timor, Jawa, dan lainnya. Suku Tidung sebagai penduduk asli sebagian besar bermukim di Desa Setabu, Liang Bunyu, dan Bambangan. Berdasarkan data hingga Juni 2018, jumlah penduduk mencapai 10.833 jiwa dengan 2.874 kepala keluarga. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam dengan persentase mencapai 93,35 persen, sementara sisanya beragama Kristen Katolik dan Kristen Protestan.

Dengan segala potensi dan keberagaman yang dimiliki, penunjukan Sebatik Barat sebagai tuan rumah MTQ XXI Kabupaten Nunukan diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu memperkuat syiar Islam serta memperkenalkan wilayah perbatasan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.bri_155

News Feed