LikeKaltara.com, BANDUNG – Kabupaten Nunukan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara III kategori stand terbaik pada kegiatan Bandung Tradevest and Tourism Expo 2026 yang berlangsung di Festival Citylink, Kota Bandung, pada 14–17 Mei 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H. Sura’i mengatakan, keterlibatan Nunukan dalam ajang tersebut bukan hanya sekadar memamerkan produk unggulan daerah, tetapi juga membawa misi promosi budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih dikenal secara luas.
Dalam pameran itu, Disbudporapar Nunukan menampilkan berbagai pernak-pernik dan kerajinan khas dari sejumlah etnis di Kabupaten Nunukan, seperti suku Tidung, Lundayeh, Tenggalan, Tahol, Agabag, Bulungan hingga Okolod. Berbagai produk tersebut dipajang di stand pameran dan berhasil menarik perhatian pengunjung maupun buyer yang hadir.
“Kami membawa berbagai produk khas Nunukan, baik kerajinan maupun kuliner kering seperti olahan rumput laut, dodol hingga anyaman rotan. Produk-produk ini memiliki ciri khas tersendiri dan belum tentu dimiliki daerah lain,” ujar H. Sura’i, Sabtu (16/5/2025).
Ia menjelaskan, selama kurang lebih lima hari pelaksanaan kegiatan, Bidang Ekonomi Kreatif Disbudporapar Nunukan juga berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah buyer yang berpotensi melakukan pemesanan lanjutan terhadap produk-produk asal Nunukan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk memperluas pasar produk mereka ke luar daerah. Terlebih, Kalimantan memiliki potensi bahan baku rotan yang cukup melimpah sehingga menjadi nilai tambah bagi produk kerajinan anyaman yang dipamerkan.
Pameran tersebut diikuti berbagai kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia. Selain pemerintah daerah, sejumlah kementerian juga turut ambil bagian, di antaranya Kementerian Koperasi dan Perdagangan serta Kementerian Perhubungan.
Dari hasil penilaian panitia, stand Kabupaten Nunukan berhasil meraih Juara III stand terbaik, berada di bawah Papua Barat dan Papua Tengah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Nunukan karena kita mampu bersaing dengan banyak daerah lain yang ikut berpartisipasi. Kehadiran Nunukan bukan hanya memamerkan produk asli daerah, tetapi juga mampu meraih prestasi,” katanya.
H. Sura’i berharap ke depan dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM dan kegiatan promosi daerah terus ditingkatkan, baik dari sisi pendanaan maupun pengembangan produk.
Menurutnya, kegiatan pameran seperti ini hampir dilaksanakan setiap bulan di berbagai daerah, namun keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus selektif memilih event yang diikuti.
“Kami memilih pameran di Bandung karena kota ini dikenal memiliki perkembangan UMKM yang sangat baik, sehingga peluang produk Nunukan dilirik buyer juga lebih besar,” pungkasnya.
Kegiatan Bandung Tradevest and Tourism Expo 2026 sendiri menampilkan berbagai potensi daerah dari seluruh Indonesia, mulai dari produk unggulan UMKM, budaya, pariwisata hingga peluang investasi.Bri_223







