oleh

26 Sekolah Ikuti Debat Pelajar Demokrasi ke-4 Bawaslu Nunukan, Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini

-Nunukan-38 Dilihat

LikeKaltara.com, NUNUKAN – Sebanyak 26 sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Nunukan mengikuti Debat Pelajar Demokrasi ke-4 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut resmi dimulai pada Senin (1/6/2026) dan berlangsung selama lima hari hingga 5 Juni 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Nunukan, Jalan Ujang Sewa, Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendidikan politik inovatif yang ditujukan bagi generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah perbatasan. Melalui ajang debat, peserta didorong untuk memahami nilai-nilai demokrasi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi.

Babak penyisihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juni 2026. Sebanyak 26 sekolah bersaing untuk melaju ke babak berikutnya dan menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang untuk keempat kalinya digelar oleh Bawaslu Kabupaten Nunukan.

Pada hari pertama penyisihan, SMAIT Ibnu Sina Boarding School Nunukan berhadapan dengan SMK Negeri 1 Nunukan. Kedua tim tampil impresif dengan menyampaikan argumentasi yang kuat serta analisis mendalam terkait isu demokrasi yang menjadi tema perlombaan.

Debat berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap edukatif. Para peserta menunjukkan kualitas yang baik dalam menyampaikan pendapat, membangun alur logika berpikir, hingga mempertahankan argumentasi berdasarkan data dan fakta yang relevan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Nunukan, Moch. Yusran, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman demokrasi yang sehat kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, Debat Pelajar Demokrasi menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan, berpikir kritis, serta memahami nilai-nilai demokrasi yang baik dan benar, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.

“Tahun ini kami mengangkat tema Konsolidasi Demokrasi: Tolak Buta Politik Menyongsong Pemilu Nasional dan Daerah yang Luber dan Jurdil di Perbatasan. Tema ini sangat relevan dengan tantangan demokrasi saat ini, di mana generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi dan memahami proses politik secara objektif,” ujarnya.

Yusran berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi muda yang tidak apatis terhadap demokrasi, memiliki keberanian menyampaikan pendapat, serta mampu menjadi pelopor demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, Bawaslu Nunukan ingin pendidikan demokrasi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan oleh para pelajar sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya demokrasi yang sehat di wilayah perbatasan.

“Melalui debat ini, kami ingin menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dan penguat demokrasi di masa depan,” pungkasnya.bri_269